Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 21 Agustus 2017 | 02:17 WIB

AS Bakal Ekstradisi Peretas Rusia

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 31 Mei 2017 | 12:20 WIB
AS Bakal Ekstradisi Peretas Rusia
Yevgeniy Nikulin, peretas Rusia yang ditahan di Praha - (Foto: RFE)
facebook twitter

INILAHCOM, Praha - Yevgeniy Nikulin, peretas Rusia yang ditahan di Praha, Czech akan segera diekstradisi ke AS, karena ketahuan meretas perusahaan AS, seperti LinkedIn, Formspring dan Dropbox.

The Guardian mengabarkan Selasa (30/5/2017), pemerintah Moscow dikabarkan juga minta Nikulin diekstradisi ke Rusia dari Czech. Peretas Rusia berusia 29 tahun itu ditangkap di sebuah restoran di Praha, Oktober lalu. FBI menuduhnya membobol sejumlah perusahaan AS. Antara lain menggarong kata sandi para pelanggan LinkedIn, DropBox dan Formsprin tahun 2012 silam.

Pihak pengacara Nikulin membantah semua tuduhan itu, dan menyebut kasus kliennya hanya rekayasa. Menurut pengacaranya, Nikulin bukanlah peretas melainkan pedagang mobil mewah, sehingga ia suka bergaul dengan anak-anak pejabat tinggi Kremlin, termasuk putri menteri pertahanan Rusia Sergei Shoigu.

Namun Nikulin yang suka mengendarai mobil mewah seperti Lamborghini, tak dapat mengelak tatkala FBI menemukan bukti kuat keterlibatan lelaki muda itu dengan serangkaian pembobolan kata sandi perusahaan AS. Dalam dakwaan Pengadilan Praha, Nikulin terbukti menggunakan beberapa nama samaran, seperti Chinagbig01, Eugene, Uearebeenhacked, John Pattison dan itBlackHat, guna menjebol perusahaan raksasa AS.

Ada dugaan, FBI menjaring sejumlah peretas Rusia, dan berharap dapat menemukan keterlibatan Rusia dengan pemilu presiden 2016 yang memenangkan Donald Trump. April lalu, seorang peretas Rusia juga ditangkap di Barcelona, Spanyol, April lalu.

"Saya menduga pihak intelijen AS baru mengumpulkan bukti intelijen. Mereka bakal menginterogasi kedua peretas Rusia itu untuk menemukan bukti keterlibatan Rusia dalam Pilpres AS," tutur Andrei Soldatov, seorang ahli keamanan Rusia.

Sementara itu, Mark Galeotti, periset senior di Institute of International Relations Prague, menjelaskan seorang pejabat tinggi FBI dari San Francisco, John Miller juga terbang ke Praha untuk menangani kasus ini. "Ada pejabat tinggi FBI yang jauh-jauh datang ke negara dunia ketiga, saya anggap tak biasa, dan kasus ini bisa dianggap luar biasa," tutur Mark Galeotti.

Tags

 
x