Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 22 November 2017 | 05:43 WIB

PM Hun Sen: Perang Berkobar Bila Oposisi Menang

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 27 Mei 2017 | 15:02 WIB
PM Hun Sen: Perang Berkobar Bila Oposisi Menang
Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Phnom Penh - Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen memperingatkan oposisi, kawasan Asia Tenggara akan dilanda peperangan bila partainya kalah dalam pemilu tahun depan.

Reuters mengabarkan Jumat (26/5/2017) peringatan itu disampaikan Hun Sen dalam pidatonya di Phnom Penh. "Bila Partai Rakyat Kamboja, CPP kalah, maka perang akan terjadi," kata Hun Sen yang berkuasa sejak 30 tahun sebagai Perdana Menteri Kamboja. "Saya telah perintahkan agar tentara menumpas setiap gerakan protes yang menentang hasil pemilu," sambungnya.

Lebih lanjut Hun Sen mengeluarkan ancaman pada kelompok oposisi. "Mereka hendak menghancurkan keluarga Hun Sen. Bila keluarga saya hancur, maka pendukung Hun Sen tidak akan tinggal diam," katanya.

Peringatan itu dikeluarkan Hun Sen menjelang pemilu legislatif daerah pekan depan. Banyak yang meramalkan, kelompok oposisi Partai Penyelamat Nasional Kamboja, CNRP, bakal menang dalam pemilu daerah itu, dan selanjutnya akan menyingkirkan CPP pendukung Hun Sen. "Jika CNRP menang, maka keadilan yang sejati dan perdamaian serta pembangunan di segala bidang akan berlangsung," ujar Kem Sokha, seteru Hun Sen, saat berkampanye di beberapa daerah.

Mungkin karena melihat tanda-tanda kekalahan partainya, Hun Sen jadi tampak panik. Pemimpin Kamboja itu tidak bersedia menerima sejumlah dutabesar asing yang ingin menanyakan kondisi politik di Kamboja, Kamis (25/5/2017). "Satu-satunya solusi adalah CPP harus menang di seluruh lini," kata Hun Sen seraya meminta partai oposisi menerima hasil pemilu mendatang.

"Tidak perlu senjata untuk mengobarkan peperangan. Hanya kata-kata yang dapat menyebabkan peperangan bila CPP kehilangan kesabaran. Pulanglah ke rumah masing-masing dan bakar rumah kalian saja," kata Hun Sen.

Komentar

 
Embed Widget

x