Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 22:33 WIB

Serang Demonstran

Resolusi Kongres AS: Usut Pengawal Presiden Turki

Oleh : Didi Prambadi | Sabtu, 27 Mei 2017 | 13:55 WIB
Resolusi Kongres AS: Usut Pengawal Presiden Turki
Ed Royce, Anggota Kongres Republik - (Foto: Breitbart)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Komisi Masalah Luar Negeri Kongres mengeluarkan resolusi yang menuntut agar para pengawal kepresidenan Turki dihukum karena menganiaya pendemo.

The Huffington Post mengabarkan Jumat (26/5/2017) resolusi itu mengutuk serangan brutal terhadap 16 pendemo. Resolusi itu juga menuntut agar kekebalan diplomatik para pengawal yang terlibat dalam kasus itu dicabut, agar mereka dapat dihukum. "Kami tidak mengizinkan pemerintah asing menindas hak-hak warga kami," kata Ed Royce, anggota Kongres Republik yang memimpin komisi itu.

Aksi kekerasan dilakukan sekitar 20 pengawal kepresidenan, saat Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berkunjung ke Gedung Kedubes Turki. Mereka tiba-tiba menyerbu para demonstran yang melakukan unjuk rasa secara damai di luar gedung. Mereka memukuli dan menendang para demonstran sehingga 11 orang luka-luka.

Dalam rekaman video, aksi kekerasan itu berlangsung atas perintah Presiden Erdogan yang saat kejadian berada di dalam mobil. Erdogan tampak berbicara dengan seorang pengawalnya, yang kemudian memerintahkan pengawal lainnya dan mereka ramai-ramai menyerang para demonstran.

Belakangan, Pemerintah Turki keberatan dengan kekerasan yang dilakukan para demonstran. Padahal kenyataannya, para pendemo hanya berbaris dan berkeliling di depan gedung. Petugas kepolisian yang dikerahkan melerai adu fisik itu, terpaksa memukul para petugas keamanan Turki itu dengan pentungan, dan berhasil menangkap dua petugas keamanan Turki. "Keduanya didakwa melawan petugas federal," bunyi resolusi komisi Kongres.

Departemen luar negeri tidak menuntut agar kekebalan diplomatik ke-20 pengawal presiden yang telah kembali pulang ke Turki. Satua pengawal kepresidenan AS dan Departemen Luar Negeri AS masih mengusut kejadian memalukan itu. Sementara itu Senator John McCain meminta agar para pejabat AS segera ''Mengusir dubes Turki itu dari Amerika Serikat,'' kata John McCain, dari Partai Republik itu.

 
x