Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 29 Mei 2017 | 10:52 WIB

Rakyat Brasil Tuntut Presiden Michel Temer Mundur

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 19 Mei 2017 | 13:02 WIB
Rakyat Brasil Tuntut Presiden Michel Temer Mundur
(Foto: Igo Estrela)
facebook twitter

INILAHCOM, Rio de Janeiro - Presiden Brasil Michel Temer menolak tuntutan rakyat untuk mengundurkan diri atas tuduhan ikut terlibat dalam kasus penyogokan terhadap Ketua Parlemen Eduardo Cunha.

ABC News mengabarkan Kamis (18/5/2017), penolakan itu dilakukan Temer di atas mimbar resmi dalam sebuah acara di Rio de Janeiro.

"Saya tidak pernah memerintahkan untuk membayar seseorang," kata Temer dengan nada tinggi sambil mengetukkan telunjuknya ke meja mimbar beberapa kali.

"Saya tidak membeli seseorang agar diam. Saya menolak mundur," imbuh orang nomor satu Brasil itu.

Penolakan tersebut dilakukan Temer, setelah Eduardo Cunha 'bernyanyi'. kepada Globo, harian terbesar Brasil, dengan mengatakan bahwa Temer memberi uang pelicin agar diam. Cunha yang berada di tahanan, menuturkan bahwa ia memiliki rekaman percakapan Temer.

Sehari sebelumnya, harian Globo melaporkan bahwa seorang pengusaha pengepakan daging sapi bernama Joesley Batista diminta menyogok US$700 ribu kepada Cunha.

Rekaman itulah yang kemudian beredar di kalangan partai pendukung Temer sehingga Brasil pun geger. Dalam rekaman itu, Temer meminta Cunha agar tutup mulut. ""Anda harus tutup mulut ya?" kata Temer dalam rekaman itu.

Berita harian Globo itu, membuat para anggota Senat dan para wakil rakyat, serta para pegawai pemerintah berhenti bekerja. Mereka berharap agar mogok kerja itu dapat menyelamatkan Brasil dari krisis ekonomi akibat maraknya korupsi di antara para pejabat tinggi negara.

"Kita tidak bisa bekerja dalam kondisi begini," kata Rodrigo Mala, salah satu anggota majelis rendah Brasil.

Sejak dibuka hampir dua jam, indeks harga saham Brasil, Ibovespa, turun hingga 10 persen dan perdagangan ama dihentikan setelah berlangsung setengah jam. Nilai mata uang Brasil pun turun hingga 8 persen terhadap dollar AS.

Kongres dan Senat membatalkan rapatnya hari itu, demikian juga kegiatan di kantor kepresidenan Michel Temer.

Gelombang protes direncanakan bakal digelar di sejumlah kota di Brasil, sementara para tokoh oposisi menyerukan lewat Twitter dan media sosial lain, agar Presiden Temer yang baru menjabat di tahun lalu itu dimakzulkan.

 
x