Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 07:38 WIB

Trump Diminta Serahkan Transkrip Rahasia ke Rusia

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 17 Mei 2017 | 15:05 WIB
Trump Diminta Serahkan Transkrip Rahasia ke Rusia
(Foto: cbc)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Anggota Kongres AS dari kubu Demokrat maupun Republik menuntut agar Gedung Putih memberikan transkrip informasi yang diberikan Presiden Trump kepada dua pejabat tinggi Rusia.

The Washington Post mengabarkan, tuntutan itu makin keras disuarakan Selasa (16/5/2017). Sebab, sejak beberapa hari sebelumnya, sejumlah anggota Kongres Demokrat telah meminta agar Trump meminta transkrip itu. Lebih-lebih setelah Trump mengakui di akun Twitternya bahwa ia berbagi informasi saat bertemu dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov dan Dubes Rusia untuk AS Sergey Kislyak, pekan lalu.

"Kami ingin tahu apa yang terjadi dalam pertemuan itu. Sepengetahuan saya, semuanya ada rekaman transkripnya," ujar Senator Demokrat Mark R. Warner, anggota komisi intelijen Senat. Hal yang sama juga diutarakan Charles E. Schumer, ketua minoritas Senat AS. "Trump harus memberikan transkripnya, bila tidak ada yang disembunyikan Trump," katanya.

Adalah Harian The Washington Post yang memberitakan bahwa Trump berbagi informasi dengan Menlu Sergey dan Dubes Sergey Kislyak saat mereka bertamu di Gedung Putih pekan lalu. Menurut laporan sejumlah media massa AS, informasi itu berasal dari Israel yang diberikan kepada AS. Isinya, mengenai lokasi kantong-kantong pertahanan kelompok militan ISIS, lengkap dengan rencana serangannya.

Informasi sangat penting itu yang sampai di meja Trump, seharusnya tidak dibagikan kepada Rusia. Sebab, selama ini Rusia dianggap berseberangan dengan NATO, sekutu AS, dan menjadi pendukung Rezim Suriah Presiden Hafaz Al-Asaad.

Bisa jadi informasi itu digunakan Rusia atau Al Assad untuk memperkuat posisinya guna melemahkan posisi AS dan NATO. "Meski Presiden Trump punya otoritas membagi informasi rahasia, namun bakal repot bila ia membagikan dengan Rusia," ujar Senator Republik Susan Collins yang dikenal berhaluan tengah.

 
x