Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 18:20 WIB

Bentrokan Saat Warga Palestina Peringati Nakba

Oleh : - | Selasa, 16 Mei 2017 | 14:05 WIB
Bentrokan Saat Warga Palestina Peringati Nakba
(Foto: aljazeera)
facebook twitter

INILAHCOM, Ramallah - Warga Palestina yang berpawai untuk mengenang 69 tahun aksi pendudukan Israel atas kawasan Palestina, terlibat bentrok dengan pasukan Israel di daerah pendudukan Tepi Barat pada Senin (15/5/2017). Bentrokan ini menyebabkan beberapa orang terluka.

Pawai tahunan itu digelar setiap tanggal 15 Mei untuk memperingati peristiwa yang disebut warga Palestina sebagai 'Hari Nakba' atau 'Hari Malapetaka' dalam bahasa Arab.

Di sebuah pos pemeriksaan di pinggiran Ramallah, puluhan pemuda Palestina melemparkan batu ke arah tentara Israel, yang membalas dengan menembakkan peluru karet dan semprotan bau busuk pengendali kerusuhan.

Baca juga: Warga Palestina Peringati Hari Malapetaka ke-69

Seorang petugas darurat Palestina mengatakan, 11 warga Palestina dibawa ke rumah sakit, sebagian besar terluka akibat tembakan peluru karet.

Sebelumnya, ribuan orang yang membawa bendera Palestina berpawai di Ramallah, banyak dari mereka membawa kunci besar yang melambangkan klaim mereka atas rumah-rumah yang hilang dari tangan mereka pada 1948, tahun yang merupakan awal pendudukan Israel di Palestina.

"Saya datang setiap tahun untuk memperingati hari jadi peristiwa ini, malapetaka ini," kata Salha Orabi, seorang keturunan pengungsi dan sekarang tinggal di kamp pengungsi Jelazoun di dekatnya.

"Bagi kami Nakba melambangkan kehancuran," tambah dia.

"Adalah kami yang harus meninggalkan rumah dan tanah kami," katanya sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Pada 15 Mei 1948, lebih dari 760 ribu warga Palestina mengungsi atau diusir dari rumah mereka dalam perang yang disusul dengan deklarasi kemerdekaan Israel.

Bagi warga Palestina, hak untuk kembali ke rumah-rumah yang mereka tinggalkan atau yang harus mereka tinggalkan karena dipaksa, adalah prasyarat bagi perundingan damai apapun dengan Israel, namun permintaan tersebut ditolak oleh negara Yahudi.

Komentar

 
x