Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 29 Mei 2017 | 10:49 WIB

Hillary Bikin Grup Politik 'Onward Together'

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 16 Mei 2017 | 12:48 WIB
Hillary Bikin Grup Politik 'Onward Together'
Hillary Clinton - (Foto: washingtonexaminer)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Hillary Clinton mendirikan sebuah kelompok politik baru bernama 'Onward Together' untuk menampung warga AS yang ingin terjun ke dunia politik.

Fox News mengabarkan, organisasi politik itu diumumkan Clinton Senin (15/5/2017). "Kami dirikan Onward Together untuk mendorong warga agar lebih terlibat, mengorganisasi dan bahkan tampil sebagai politikus," bunyi pernyataan resmi kelompok politik itu. "Dengan langkah itu, Onward Together akan memberikan nilai-nilai progresif dan membangun masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang," sambung Onward Together.

Siapa yang dimaksud? Tak lain adalah 66 juta suara yang mendukung Hillary dalam pemilu presiden tahun lalu. Dalam surat elektroniknya, Hillary Clinton mengungkapkan, beberapa bulan belakangan ini, "Kita menyaksikan kemungkinan membentuk sebuah kelompok baru," tulisnya. "Mereka yang bertahan ketika diolok-olok, dibenci, dipecah belah, dan mereka yang menuntut agar lebih fair dan Amerika yang lebih eksklusif," lanjut Hillary.

Secara spesifik, Hillary menyebut, mereka adalah "Kaum perempuan yang berdemo di bandara, di mana komunitas yang menerima kaum imigran dan pengungsi ke pertemuan-pertemuan. Warga Amerika yang bersuara lebih lantang dan lebih keras," kata Hillary. Menurutnya, 'Onward Together' atau 'Maju Bersama' itu seperti grup politik lain seperti Swing Left, Color of Change, dan Emerge America.

Dalam beberapa keempatan, Hillary Clinton mengulang kembali kekalahannya saat ikut pemilu presiden tahun lalu. Dalam sebuah konperensi kaum perempuan, Hillary menyalahkan Direktur FBI James Comey - dan Rusia - yang mempengaruhi proses penghitungan suara. "Jika pilpres digelar 27 Oktober 2016, saya bisa menjadi presiden," ujar Hillary.

Langkah itu dikritik Komite Nasional Partai Republik, RNC. Organisasi politik yang mendukung Donald Trump menyebut Hillary sebagai calon yang tidak bisa dipercaya, tidak membumi dan ingin bangkit dari masa lalu. "Kalau Demokrat cerdas, mereka mestinya memikirkan langkah maju ke depan," ujar Michael Ahrens, Juru Bicara RNC.

 
x