Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 18:11 WIB

Ini Negara Paling Terdampak Ransomware WannaCry

Oleh : Binar MP | Senin, 15 Mei 2017 | 19:11 WIB
Ini Negara Paling Terdampak Ransomware WannaCry
(ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Gelombang serangan dunia maya ransomware WannaCry telah menyerang 200 ribu target di setidaknya 150 negara. Dari 150 negara itu sejumlah negara menuai dampak yang cukup besar atas serangan global tersebut.

Di bawah ini dipaparkan sejumlah tempat yang paling terdampak akibat serangan siber global, yang dilansir VOA News:

1. Uni Eropa

Pusat Penanggulangan Kriminalitas Siber Eropa atau EC3, menyatakan serangan 'terjadi dalam tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya dan akan membutuhkan investigasi internasional yang kompleks untuk mengidentifikasi biang penyebabnya'.

Baca juga: WannaCry Telan 200.000 Korban di 150 Negara

2. Inggris

Mendagri Inggris menyatakan serangan ransomware melanda satu dari lima dari total 248 kelompok National Health Services, yang memaksa rumah sakit untuk membatalkan atau menunda tindakan perawatan untuk ribuan pasien bahkan untuk mereka yang menderita penyakit serius seperti kanker.

Baca juga: Sistem Layanan Kesehatan Inggris Telah Pulih

3. Jerman

Perkeretaapian nasional menyatakan keberangkatan dan kedatangan hari Sabtu menampilkan layar di stasiun kereta api terkena serangan, namun tidak berdampak pada layanan kereta api yang sesungguhnya. Deutsche Bahn menyatakan pihaknya mengerahkan staf tambahan untuk membantu para pelanggan.

Baca juga: Mengenal Lebih Dalam Virus Ransomware WannaCry

4. Rusia

Dua perusahaan keamanan --Kaspersky Lab dan Avast-- menyatakan Rusia menjadi negara yang paling parah dilanda oleh serangan tersebut. Kementrian Dalam Negeri Rusia, yang mengelola kepolisian negara tersebut, memastikan pihaknya termasuk di antara mereka yang menjadi korban ransomware, yang biasanya menampilkan pesan yang menuntut pembayaran untuk merilis data pengguna.

Jurubicara kementrian tersebut, Irina Volk, dikutip oleh kantor berita Interfax hari mengatakan masalahnya telah berhasil 'dilokalisir' dan tidak ada informasi yang bocor. Kementrian kesehatan Rusia mengatakan serangan itu 'secara efektif berhasil ditangkal'.

Baca juga: Metode Kaspersky Lab Tangkal Serangan WannaCry

5. Amerika Serikat

Di AS, FedEx Corp, melaporkan sistem komputer berbasis Windows 'mengalami gangguan' akibat malware, namun tidak bersedia mengatakan apabila sistemnya terserang ransomware. Dampak lainnya di AS tidak langsung tampak.

Baca juga: Microsoft Rilis Kembali Update Sistem Keamanan

6. Turki

Kepala Otoritas Teknologi Informasi dan Teknologi Turki atau BTK menyatakan negara itu termasuk di antara negara-negara yang diserang ransomware. Omer Fatih Sayan mengatakan pusat keamanan siber negara itu terus melancarkan operasi penanggulangan terhadap serangan program jahat itu.

7. Prancis

Fasilitas produksi produsen mobil Perancis, Renault, di Slovenia menghentikan proses produksi setelah jaringan komputernya menjadi sasaran.

Radio Slovenia hari Sabtu menyatakan pabrik Revoz di kota bagian tenggara Novo Mesto menghentikan proses produksi hari Jumat petang untuk menghentikan penyebaran malware.

Baca juga: Terkena Serangan Siber, Renault Stop Produksi

8. Brasil

Sistem jaminan sosial negeri Amerika Latin ini terpaksa memutuskan koneksi komputernya ke jaringan dan membatalkan akses publik.

Petrobras, BUMN produsen minyak dan Kemenlu Brazil juga terpaksa memutuskan koneksi komputernya ke jaringan sebagai tindakan kewaspadaan, dan sistem peradilan juga tidak dapat diakses secara online.

Baca juga: Europol: Serangan Siber Kali Ini Paling Parah

9. Spanyol

Serangan malware menyerang Telefonica, perusahaan telekomunikasi dan pita lebar global asal Spanyol Spain.

 
x