Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 27 September 2017 | 02:59 WIB

ransomware Wanna Cry

Virus Pembajak Serang Situs Pemerintah dan Bisnis

Oleh : Bachtiar Abdullah | Senin, 15 Mei 2017 | 17:28 WIB
Virus Pembajak Serang Situs Pemerintah dan Bisnis
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

Sejumlah pemerintah dan kelompok bisnis di Asia, Senin (15/5/2017) diganggu virus pembajak ransomware "wanna Cry" yang minta tebusan antara US$ 300 dan US$ 600 kepada situs-situs yang diserang.

Para ahli Cyber security memperingatkan dampak virus pembajak "Wanna Cry" akan lebih luas karena karyawan kantor pemerintah maupun kelompok bisnis menyalakan komputer mereka dan memeriksa email.

Setidaknya 200 ribu komputer di 150 negara lebih digerayangi virus pembajak "Wanna Cry" yang dapat melumpuhkan opeasi pabrik, rumah sakit, toko dan sekolah di seluruh dunia."Sebagian besar serangan tersebut melalui email yang menjelma seperti ranjau darat menunggu di inbox email," kata Michael Gazely, direktur pelaksana Network Box (perusahaan cybersecurity bermarkas di Hong Kong.

Kepolisian Jepang melaporkan pada Minggu kemarin (14/5/2017) sebuah rumah sakit dan pengguna komputer perseorangan terserang "Wanna Cry" namun tidak mau membayar yang tebusan yang diminta pembajak setara bitcoin US$ 300 .

Tim Tanggap darurat Komputer Jepang (NPA) mengidentifikasi dua ribu komputer di Jepang diserang "Wanna Cry" mengutip organisasi keamanan luar enegeri.

Hitachi dan Nissan Motor menyatakan komputer mereka diserang "Wanna Cry" yang mempengaruhi sistem komputer mereka pada akhir pekan lalu sehingga mereka merasa perlu memasang perangkat lunak unrtuk mengatasi "Wanna Cry".


NPA melakukan investigasi skala penuh untuk mengidentifikasi jalur penularan "Wanna Cry"dan melakukan kerjasama dengan otoritas investigasi dan intelijen Eropa serta AS, di samping cybersecurity swasta dalam upaya mencegah merebaknya penularan "Wanna Cry".

Raksasa energii PetroChina melaporkan sistem pembayaran di beberapa pompa bensin/gas miliknya diserang "WannaCry", tapi telah teratasi.

Koran resmi China Daily mengutip perusahaan teknologi Qihoo 360 melaporkan bahwa setidaknya 200 ribu komputer di China diserang "WannaCry". Korban terserang parah terutama sekolah dan perrguruan tinggi.

 
x