Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 07:38 WIB

Presiden Trump Pecat Direktur FBI James Comey

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 10 Mei 2017 | 11:36 WIB
Presiden Trump Pecat Direktur FBI James Comey
(Foto: voanews)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Presiden Donald Trump memberhentikan James Comey dari jabatannya sebagai Direktur Biro Federal Investigasi, terhitung Selasa (9/5/2017).

CNN mengabarkan, menurut Sean Spicer, jurubicara Gedung Putih, James Comey baru saja diberitahu beberapa waktu lalu. Dalam surat yang ditanda tangani Presiden Trump menyebutkan, "Comey segera diberhentikan dan dikeluarkan dari tempat tugasnya." Menurut Sean Spicer, pemberhentian itu dilakukan Presiden Trump atas rekomendasi dari Jaksa Agung Jeff Session dan wakilnya Rod Rosenstein.

Dalam suratnya, Rod Rosenstein mengungkapkan James Comey diberhentikan karena dianggap tidak becus menangani kasus penyimpanan dokumen oleh Hillary di server pribadinya. "Khususnya yang merekomendasikan agar Hillary tidak dituntut ke pengadilan," ujarnya. Rosenstein menambahkan, cara menangani kasus penyimpanan dokumen itu keliru. "Comey merebut kekuasaan jaksa agung, sehingga dia menutup penyidikan kasus tersebut tanpa dihukum," tutur Rosenstein.

Pengamat hukum CNN, Jeffrey Toobin menilai tindakan pemecatan Presiden Trump sebagai tindakan sewenang-wenang dan "Menyalahgunakan wewenang presiden," kata Toobin. Sebab, menurutnya, "'Kita tidak boleh memberhentikan Direktur FBI. Ini bukan tradisi politik Amerika," ujar Toobin yang memberi contoh saat Richard Nixon memberhentikan Archibald Cox, penyidik utama dalam Skandal Watergate yang meruntuhkan Pemerintahan Nixon pada 1972.

James Comey yang diangkat menjadi Direktur FBI oleh Presiden Barrack Obama tahun 2013, adalah veteran pejabat tinggi hukum Partai Republik yang berkibar namanya di bawah Presiden George W. Bush. Keputusannya tidak merekomendasikan tuntutan pengadilan terhadap Hillary Clinton, membuat kubu Republik naik darah. Terutama Donald Trump, karena para pembantunya diperiksa FBI karena terlibat kerjasama dengan Rusia, saat pemilu presiden tahun lalu.

 
x