Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 23 Mei 2017 | 21:41 WIB

Pelajar Anti Le Pen Bentrok Fisik dengan Petugas

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 28 April 2017 | 14:38 WIB
Pelajar Anti Le Pen Bentrok Fisik dengan Petugas
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Paris - Pasukan anti huru-hara Prancis terlibat bentrokan fisik dengan demonstran muda yang menggelar aksi anti Marine Le Pen, calon presiden dari kelompok sayap kanan, dan Emmanuel Macron, kelompok tengah.

Kantor berita Reuters mengabarkan Kamis (27/4/2017), polisi menembakkan gas air mata ke kelompok muda yang melempari petugas dengan botol dan besi. Aksi demo yang diikuti 500 pelajar SLTA di Paris itu, diikuti pula oleh para pelajar di kota lain. Sedikitnya 2 ribu pelajar SLTA dan perguruan tinggi, serta para aktiv sayap kiri melakukan aksi turun ke jalan di Kota Rennes. Sebanyak 20 orang pelajar juga menutup jalan-jalan raya menuju Paris.

Para pelajar menuntut agar Marine Le Pen maupun Emmanuel Marcon tidak ikut dalam pemilu Presiden Prancis yang rencananya digelar 7 Mei mendatang. "Kami menuntut aksi menentang Marine Le Pen, kandidat kanan jauh dan Emmanuel Macron, kandidat kelompok tengah," tutur Giuseppe Aviges, pemimpin persatuan pelajar UNL-SD. Aviges juga menjelaskan bahwa Emmanuel tak layak jadi presiden, karena bekas bangkir itu akan mengeruk keuntungan pribadi.

Sementara itu, Marine Le Pen dikecam karena ucapannya yang cenderung negatif. Dalam beberapa kesempatan Le Pen memuji langkah Inggris yang memenangkan Brexit sebagai "Langkah penting sejak kejatuhan Tembok Berlin," katanya. Le Pen juga memuji kemenangan Donald Trump sebagai "Batu tambahan untuk membangun dunia baru!"

Marine Le Pen adalah putri bungsu Jean-Marie Le Pen, bekas pemimpin Partai Front Nasional Prancis, FN yang dituduh rasialis. Tahun lalu, Marine Le Pen mengulang-ulang ucapannya yang anti-Semitisme dengan menyatakan pembunuhan kaum Yahudi oleh tentara Nazi menggunakan gas, "Merupakan detil sebuah perjalanan sejarah," katanya. Karena sikapnya itulah, para pelajar Prancis tak sudi perempuan Prancis berusia 48 tahun itu menjadi Presiden Prancis.

Tags

 
x