Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 03:25 WIB

Produksi Minyak Dunia Bakal Dipangkas Lagi

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 21 April 2017 | 11:07 WIB
Produksi Minyak Dunia Bakal Dipangkas Lagi
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Abu Dhabi - Menteri Perminyakan Arab Saudi Khalid al-Falih mengungkapkan negara-negara anggota pengekspor minyak OPEC sepakat produksi minyak mereka masih dikurangi untuk mendongkrak harga minyak dunia.

Kantor berita Associated Press melaporkan Kamis (20/4/2017), Khalid al-Falih menjelaskan, kesepakatan itu telah disetujui. "Namun belum dikomunikasikan kepada seluruh anggota OPEC, dan kami tekankan agar produksi dikurangi agar tujuan kita tercapai," kata Khalid al-Falih dalam pidatonya dalam sebuah konperensi perminyakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Seperti diketahui, OPEC sepakat November 2016 lalu, untuk memangkas produksi minyaknya hingga 1,2 juta barel per hari, selama enam bulan ke depan. Langkah pemangkasan pertama kali yang dilakukan sejak tahun 2008.

Desember lalu, belasan negara pengekspor minyak, termasuk Rusia juga meminta agar produksi minyak dikurangi lagi sebesar 558 ribu barel per hari. Hal itu dilakukan untuk mendongkrak harga minyak mentah dunia yang di bawah $ 30 per barel pada Januari 2016 lalu. Jauh merosot dari harga tahun 2014 yang pernah mencapai lebih dari $ 100 per barel.

Apalagi, Presiden Donald Trump bersikeras pengeboran minyak di AS lebih digalakkan lagi. Pengeboran minyak di beberapa tempat, mulai tumbuh kembali di AS. Sementara itu, Iran bergegas menghasilkan minyaknya sebanyak mungkin, guna menanggulangi krisis dalam negeri, akibat sanksi ekonomi bertahun-tahun yang dijatuhkan Barat, lantaran program senjata nuklirnya.

Menanggapi hal itu, Menteri Energi UAE, Suhail al-Mazroui menjelaskan, negara-negara produser minyak sepakat melakukan pemotongan produksi lagi, "Karena kami menginginkan agar pasar dunia berimbang. Sebuah pengorbanan bakal sia-sia apabila pihak lain menangguk keuntungan 100 persen," lanjutnya. Meski tak diungkap secara jelas, namun ada kemungkinan yang dimaksudkan itu adalah Iran.

 
x