Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 19 Oktober 2017 | 16:03 WIB

Pembunuh Unggah di Facebook Akhirnya Bunuh Diri

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 19 April 2017 | 15:15 WIB
Pembunuh Unggah di Facebook Akhirnya Bunuh Diri
(Foto: foxnews)
facebook twitter

INILAHCOM, Erie - Steve Stephens, pembunuh yang mengunggah rekaman penembakan pada korbannya di akun Facebook miliknya, bunuh diri saat diminta menepikan kendaraannya, Selasa (18/4/2017).

Business Insider mengabarkan, satuan polisi yang menguntit pelaku di Kota Erie, Pennsylvania menjelaskan, pelaku dipaksa berhenti dengan taktik PIT Manuver, yang membuat mobil pelaku tiba-tiba berhenti. Pada saat satuan polisi mendekat, Steven Steve Stephens pun bunuh diri.

Sebelumnya, Steven Stephens yang dimasukkan dalam daftar hitam pencarian orang, sempat mampir di gerai McDonald's memesan 20 ayam nugget dan kentang goreng. Pelayan restoran yang mengenali wajahnya, sempat menangguhkan pesanannya sambil menelpon polisi.

Saat hendak mengambil pesanan di jendela, Steven Stephens tak dapat menahan sabar. "Saya harus pergi," katanya menggaet kentang goreng dan meninggalkan pesanan lainnya. Dari situ, polisi menguntitnya sampai ia bunuh diri.

Kasus penembakan ini menggemparkan media massa AS sejak pekan lalu. Entah kenapa, Steven Stephens, warga kulit hitam tiba-tiba menghampiri Robert Godwin, 74, juga berkulit hitam di tepi sebuah jalan dan menembak korban yang baru saja keluar menikmati makan Paskah bersama keluarganya. Penembakan itu direkam Steven Stephens lewat telepon pintarnya dan mengunggahnya di akun Facebook, sehingga ditonton ratusan ribu orang. Steven Stephens, tampak tertawa terkekeh-kekeh dalam video itu.

Hal itu membuat para penonton naik pitam dan membenci Steven Stephens yang menembak Robert Godwin secara acak karena sebelumnya bertengkar dengan pacarnya. "Saya hanya bisa berharap agar ia mati ditembak 100 peluru," ujar Brenda Haymon, putri Robert Godwin. "Saya lebih suka dia mati dengan cara itu, daripada mati menembak kepalanya," sambung Brenda.

Tags

Komentar

 
x