Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 03:26 WIB

Miskomunikasi, Unjuk Kebolehan Militer AS Tertunda

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 19 April 2017 | 14:48 WIB
Miskomunikasi, Unjuk Kebolehan Militer AS Tertunda
(Foto: speacialoperations)
facebook twitter

INILAHCOM, Pentagon - Saat Gedung Putih menyatakan telah mengirim armada kapal perangnya untuk latihan militer di Laut Hindia, kapal perang AS masih berada di kawasan Australia dan baru bisa sampai ke tujuan akhir April nanti.

Seorang pejabat senior AS mengaku pada CNN, Selasa (18/4/2017), hal itu terjadi karena kesalahan komunikasi antara Kantor Pertahanan Militer AS, Pentagon dengan Gedung Putih. "Gedung Putih belum bisa mengikut sertakan Kapal Induk Carl Vinson ikut dalam latihan militer di Laut Jepang," tutur pejabat tersebut. Sehingga latihan militer itu baru bisa digelar akhir April, menunggu kedatangan armada perang AS yang baru berangkat dari kawasan Australia.

Pejabat tinggi itu menambahkan, bahwa kerancuan komunikasi terjadi karena para komandan di lapangan tidak memberitahukan posisi terakhir Kapal Induk USS Carl Vinton kepada Gedung Putih. Jauh berbeda dengan pernyataan Komando kawasan Pasifik AS - membawahi operasi militer tersebut - yang menyatakan bahwa satuan armada militer AS akan bertolak dari Singapura menuju ke Laut Jepang, pada 8 April lalu.

Fatalnya lagi, keterangan Komando Pasifik itu dikutip oleh Presiden Donald Trump. Dalam wawancaranya dengan jaringan televisi Fox Bussiness, Trump mengungkapkan pihaknya segera menempatkan armada militernya, untuk menanggapi tes senjata nuklir yang dilakukan Korea Utara.

Entah untuk menutup malu, Menteri Pertahanan AS, Jenderal James Mattis menjelaskan pada wartawan pekan lalu, bahwa latihan militer dibatalkan. Beberapa pejabat tinggi di Pentagon, buru-buru meralat pernyataan James Mattis itu, bahwa yang dimaksudkan adalah pembatalan kunjungan armada AS ke Australia. "Bukan latihan militer di Korea itu yang dibatalkan," jelas seorang pejabat tinggi Pentagon.

Padahal, menurut CNN, armada perang AS yang dilibatkan untu mengintimidasi Korea Utara terdiri dari berbagai jenis kapal militer canggih. Termasuk Kapal Induk USS Carl Vinson berbobot mati 97 ribu ton yang membawa 60 pesawat tempur. Juga kapal perusak USS Wayne E. Meyer dan USS Michael Murphy, Kapal Induk USS Lake Champlain yang kini baru berangkat dari Australia dan diperkirakan tiba di sekitar Korea akhir April nanti.

Tags

 
x