Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 20 Agustus 2017 | 03:27 WIB

Trump Perketat Tenaga Kerja Asing di Bidang IT

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 19 April 2017 | 13:44 WIB
Trump Perketat Tenaga Kerja Asing di Bidang IT
(Foto: sputniknews)
facebook twitter

INILAHCOM, Kenosha - Presiden Donald Trump menerbitkan lagi sebuah perintah baru yang intinya mengetatkan penggunaan via H-1B oleh tenaga ahli asing, terutama di industri komputer.

Associated Press mengabarkan Selasa (18/4/2017), surat perintah itu dikeluarkan, setelah Trump melakukan kunjungan ke pabrik peralatan Snap-On Inc, di Kenosha, Wisconsin. Perintah baru itu antara lain, akan memberikan panduan bagi badan-badan pemerintah AS untuk mengawasi pemalsuan program pemberian visa H-1B. Di samping itu, badan pemerintah juga diminta menawarkan perubahan, sehingga visa H-1B diberkan kepada pekerja asing yang benar-benar sangat ahli dan berpenghasilan tinggi.

Maklum, selama ini pemerian visa H-1B banyak disalah gunakan oleh para pengusaha teknologi. Mereka mendatangkan pekerja asing - terutama dari India dan China - menggantikan pekerja lokal, yang rata-rata bergaji lebih tinggi daripada pekerja asing. Perusahaan raksasa seperti Walt Disney World dan University of California, San Francisco ramai-ramai memberhentikan pekerja lokalnya dan menggantinya dengan pekerja asing bervisa H-1B. Demikian pula para pengusaha IT di Silicon Valley dan pusat-pusat teknologi informasi lainnya.

Profesor Ronil Hira, ahli kebijaksanaan publik di Howard University mengkritik program H-1B menjelaskan, bahwa rencana Presiden Trump untuk mengutamakan pekerja AS tersebut tak begitu mengejutkan. "Daripada nggak ada sama sekali," tutur Ronil Hira. Selain itu, profesor asal India itu menambahkan, perintah Trump itu tidak seagresif seperti yang diperkirakan.

Snap-On adalah pabrik pembuat peralatan tangan, dan perangkat lunak untuk informasi, diagnosa dan sistem manajemen serta peralatan pertokoan. Termasuk di industri pertanian, militer dan penerbangan. Snap-On memiliki delapan pabrik yang tersebar di seluruh AS dan memiliki 11 ribu tenaga kerja di seluruh dunia.

 
x