Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 14:51 WIB

AS Jatuhkan Bom Terbesar Hancurkan Basis ISIS

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 14 April 2017 | 14:31 WIB
AS Jatuhkan Bom Terbesar Hancurkan Basis ISIS
(Foto: sputniknews)
facebook twitter

INILAHCOM, Kabul - Pasukan militer AS menjatuhkan bom terbesar ke kompleks terowongan ISIS yang terletak di Provinsi Nangarhar, perbatasan Afghanistan dan Pakistan, Kamis (13/4/2017).

Fox News melaporkan, bom terberat bernama GBU-43B itu berbobot mati hampir 10 ribu kilogram itu, merupakan bom pertama non-nuklir yang digunakan AS untuk menyerang musuhnya. Bom yang dijuluki 'Massive Ordnance Air Blast, MOAB tersebut hanya pernah menjalani uji coba pada 2003.

Begitu beratnya bom itu, sehingga untuk membawanya digunakanlah pesawat Hercules jenis C-130 dan dijatuhkan lewat ekor pesawat. Bukan ditempatkan di sayap pesawat, seperti yang dilakukan selama ini. "Kita tendang bom itu dari ekor pesawat," tutur seorang pejabat AS.

Jurubicara Pentagon, Adam Stump menjelaskan, bom tersebut telah dibawa ke Afghanistan sudah cukup lama. Menurut Adam, bom GBU-43B itu meledak di atas kawasan yang menjadi sasaran tembak, sehingga menimbulkan tekanan udara sangat dahsyat yang dapat meruntuhkan terowongan dan infrastruktur lainnya. Bom MOAB itu digunakan sebagai serangan awal terhadap musuh, untuk melumpuhkan prasarana dan jembatan, sebelum serangan utama dilancarkan.

Karena ISIS menggunakan sistem pertahanan bawah tanah, dan terowongan, maka AS menggunakan bom tersebut untuk menghantam pertahanan kelompok militan itu. "Saya kira, penggunaan bom MOAB sudah tepat, untuk mengurangi kendala dan menjadi momentum untuk menyerang ISIS," tutur Jenderal John Nicholson komandan pasukan AS di Afghanistan.

Ismail Shinwari, Gubernur distrik Achin, Afghanistan mengungkapkan, serangan bom AS itu terjadi di kawasan pegunungan yang tidak berpenghuni. Menurutnya, kawasan itu sering menjadi ajang pertempuran tentara Afghanistan dengan militan ISIS.

Meski begitu, serangan tersebut dikecam Hamid Karzai. "Ini bukan perang melawan teroris, tapi serangan brutal untuk mencoba bom yang membahayakan manusia," kata Hamid Karzai, bekas Presiden Afghanistan dan sekutu AS itu.

Tags

Komentar

 
Embed Widget

x