Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 25 Mei 2017 | 00:40 WIB

Pertemuan Menlu Tillerson & Presiden Putin Dingin

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 13 April 2017 | 11:57 WIB
Pertemuan Menlu Tillerson & Presiden Putin Dingin
(Foto: AF PHOTO)
facebook twitter

INILAHCOM, Moskow - Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson bertemu empat mata dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin, Rabu (12/4/2017).

CNN mengabarkan, dalam pertemuan selama dua jam lebih itu, Putin dan Tillerson tidak mencapai kesepakatan tentang tuduhan AS bahwa Rusia ikut terlibat dalam aksi bom Sarin di Suriah yang menewaskan hampir 100 jiwa itu.

Dalam wawancara dengan stasiun televisi Rusia, MIR, usai pertemuan, Presiden Putin menyebut hubungannya dengan AS merosot. "Kepercayaan yang terjalin antara AS dan Rusia, terutama di tingkat militer tidak meningkat di bawah Pemerintahan Donald Trump," kata Putin. "Bahkan makin memburuk,'' tambahnya.

Beberapa jam kemudian, Rusia memveto resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk penggunaan bom kimia oleh Pemerintah Presiden Bashar al-Asaad. Dalam keterangan persnya, Menlu Rusia Sergei Lavrov tetap bersikukuh dengan teorinya, bahwa persediaan bom-bom kimia itu dikuasai kelompok ekstrimis. "Karena itu, Rusia menuntut PBB untuk melakukan penyelidikan oleh badan independen di Suriah," tutur Lavrov.

Sementara itu, sikap AS masih belum jelas. Sejak serangan udara Tomahawk ke pangkalan militer Suriah di luar Damascus, pekan lalu, Presiden Donald Trump belum mengeluarkan pernyataan resmi. Kepada stasiun televisi Fox News, Trump mengungkapkan bahwa AS tidak punya rencana untuk terlibat dalam perang di Suriah.

Menteri pertahanan AS James Mattis menyatakan bahwa AS masih mengutamakan langkah membasmi kelompok ISIS. Lebih lanjut, James Mattis menjelaskan penggunaan senjata kimia oleh rezim Assad tidak dapat ditoleransi dan AS akan melakukan tindakan militer lanjutan. "Jika mereka gunakan lagi senjata kimia, mereka akan membayar resiko sangat mahal," kata Menteri pertahanan James Mattis saat memberikan brifing pertamanya kepada wartawan di Pentagon.

 
x