Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 29 Mei 2017 | 10:58 WIB

Serangan AS ke Suriah Bulatkan Tekad Nuklir Korut

Oleh : - | Rabu, 12 April 2017 | 16:16 WIB
Serangan AS ke Suriah Bulatkan Tekad Nuklir Korut
(Foto: yahoo)
facebook twitter

INILAHCOM, Pyongyang - Korea Utara mengatakan bahwa serangan rudal AS terhadap Suriah semakin membuktikan jika Pyongyang telah mengambil langkah tepat untuk memperkuat program nuklir mereka.

Media pemerintah Korut, mengutip seorang juru bicara pemerintah yang tidak disebutkan namanya, menyebut bahwa serangan AS pada Jumat pekan lalu terhadap Suriah itu merupakan aksi agresi yang tak bisa ditoleransi terhadap sebuah negara yang berdaulat.

Meski serangan itu diklaim AS sebagai 'balasan' atas dugaan serangan kimia dua hari sebelumnya di sebuah kota Suriah yang dikuasai pemberontak, yang menewaskan puluhan orang, termasuk anak-anak dan warga sipil lainnya.

Sebuah resolusi PBB melarang Korea Utara melakukan uji coba rudal atau nuklir, namun negara komunis pimpinan Kim Jong-un itu tetap melakukannya.

Mereka berhasil menguji coba bom nuklir dengan kekuatan yang makin tinggi, dan mengaku telah mampu membuat hulu ledak cukup kecil untuk dipasang pada rudal, tetapi banyak pakar meragukan klaim tersebut.

Hari Jumat pekan lalu, rudal-rudal AS menghantam sebuah pangkalan udara Suriah, menewaskan sedikitnya enam orang. Ini merupakan serangan pertama yang dilancarkan AS pada fasilitas pemerintah Suriah, setelah sebelumnya hanya menyerang kelompok yang menamakan diri ISIS yang beroperasi di Suriah.

"Serangan rudal AS terhadap Suriah adalah tindakan agresi terang-terangan dan tak bisa dibiarkan terhadap suatu negara yang berdaulat, dan kami sangat mengutuk itu," kata seorang pejabat pemerintah di Korea Utara seperti dikutip oleh kantor berita KCNA.

Pejabat itu juga mengatakan bahwa realitas menunjukkan bahwa Pyongyang harus bangkit melawan kekuatan dengan kekuatan, dan itu semain membuktikan bahwa keputusan mereka untuk memperkuat kemampuan nuklir penangkal serangan merupakan pilihan yang tepat.

"Hanya kekuatan militer kita sendiri yang akan melindungi kita dari agresi imperialis. Kita akan terus memperkuat kekuatan militer pertahanan diri kita dengan berbagai cara untuk menanggapi terus intensifnya tindakan agresi AS," ujar pejabat itu seperti dilaporkan BBC.

 
x