Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 25 Mei 2017 | 00:40 WIB

Menlu AS Dijadwalkan Bertemu Presiden Putin

Oleh : Didi Prambadi | Rabu, 12 April 2017 | 11:56 WIB
Menlu AS Dijadwalkan Bertemu Presiden Putin
(Foto: Planet Pix via Rex/Shutterstock)
facebook twitter

INILAHCOM, Moskow - Kunjungan Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson ke Moscow, Rabu (12/4/2017) akan diwarnai ketegangan, terutama saat bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Los Angeles Times mengabarkan, dalam kunjungan pertamanya sebagai Menlu AS, Rex Tillerson membawa pesan dari Sekutu AS yang isinya menuntut Moskow mengambil tindakan tegas terhadap Suriah yang dituduh menggunakan gas beracun Sarin dan mendorong terjadinya perang saudara di Suriah.

Selasa (11/4/2017), Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut serangan udara AS pekan lalu merupakan, adalah langkah provokasi AS. "Tidak ada lagi sebutan lain kecuali provokasi," kata Putin. Pemimpin Rusia itu menambahkan bahwa provokasi AS itu dilakukan di luar Damascus, dan menyalahkan Presiden Bashar al-Assad. "Hal itu mengingatkan saya kembali pada peristiwa 2003, saat perwakilan AS di PBB memberikan keterangan ke Dewan Keamanan PBB, bahwa mereka menemukan senjata kimia di Irak," kata Putin. "Tapi apa yang kita lihat?," lanjutnya.

Sementara itu, sebelum berangkat ke Moscow dari Italia usai menghadiri Pertemuan Puncak Negara-negara Industri G-7, Menlu Rex Tiller yakin Bashar al-Ashad, akan terguling. "Sudah jelas kelihatan, rezim Al-Ashad akan segera berakhir," kata Tillerson. "Pertanyaannya, bagaimana semua itu berakhir, dan pemerintahan transisi sangat penting menurut saya, sehingga stabilitas di dalam Suriah bisa terwujud," sambungnya.

Rex Tillerson berharap agar Pemerintah Rusia bisa menyimpulkan bahwa persahabatannya dengan Bashar Al-Ashad tak bisa diandalkan. "Apakah aliansinya dengan Suriah bermanfaat bagi Rusia? atau Rusia lebih baik beraliansi dengan AS dan negara-negara Barat serta Timur Tengah lainnya yang ingin menyelesaikan krisis di Suriah," tanya Rex Tillerson.

Sementara itu, negara-negara anggota G-7 belum mencapai konsensus untuk menambah sanksi lagi terhadap Rusia, setelah Jerman dan Italia keberatan. "Rusia menjadi bagian dari solusi krisis Suriah. Menjatuhkan sanksi bakal merugikan dan tidak produktif," ujar perwakilan Italia.

 
x