Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 20 Juli 2017 | 23:34 WIB

Serangan Rudal AS Hancurkan 20% Pesawat Suriah

Oleh : - | Selasa, 11 April 2017 | 19:35 WIB
Serangan Rudal AS Hancurkan 20% Pesawat Suriah
(Foto: sputniknews)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington - Serangan udara AS yang merupakan balasan atasan dugaan serangan senjata kimia telah merusak atau menghancurkan sekitar 20% dari pesawat Suriah yang beroperasi, demikian klaim pihak Pentagon seperti dilansir BBC.

Menteri Pertahanan James Mattis mengancam Suriah untuk tidak mencoba-coba lagi untuk menggunakan senjata kimia. Meski demikian, Suriah telah membantah serangan kimia terhadap kota Khan Sheikhoun yang dikuasai oleh pemberontak dan menewaskan 89 orang itu.

Sementara itu, negara-negara G7 bertemu di Italia untuk membahas kebijakan menghadapi Suriah dan meyakinkan Rusia untuk meninggalkan persekutuan mereka dengan rezim Bashar al-Assad.

AS menembakkan 59 rudal jelajah ke arah pangkalan udara Shayrat di Suriah pada Kamis pekan lalu, menyusul dugaan serangan kimia sehari sebelumnya.

Mattis mengatakan bahwa 'langkah terukur' oleh AS telah 'mengakibatkan kerusakan atau kehancuran pada lokasi amunisi dan bahan bakar, kemampuan pertahanan udara dan 20% dari pesawat operasional Suriah'.

Dia menambahkan, "Pemerintah Suriah telah kehilangan kemampuan untuk mengisi ulang bahan bakar atau mempersenjatai ulang pesawat mereka di pangkalan udara Shayrat."

Militer Suriah mengakui adanya kerusakan yang signifikan namun juru bicara kementerian pertahanan Rusia mengatakan hanya enam jet Suriah MiG-23, dan beberapa bangunan, yang hancur dan hanya 23 rudal yang mencapai Shayrat.

Mattis mengatakan serangan itu menunjukkan bahwa AS 'tidak akan berdiri dengan pasif sementara (Presiden Suriah Bashar al-Assad) membunuh orang-orang tak berdosa dengan senjata kimia'.

Juru bicara Gedung Putih Sean Spicer mengatakan bahwa opsi masih terbuka untuk serangan selanjutnya.

"Melihat orang digas dan diledakkan oleh bom curah, maka jika kami melihat sesuatu seperti ini lagi, terbuka kemungkinan aksi selanjutnya di masa depan," katanya.

Sementara itu, kantor berita Associated Press mengutip pejabat senior AS yang mengatakan bahwa Rusia mengetahui soal serangan kimia karena sebuah drone terbang di atas rumah sakit di Khan Sheikhoun, saat korban meminta pertolongan.

Beberapa jam kemudian, sebuah jet mengebom rumah sakit, dan AS meyakini bahwa serangan itu adalah upaya untuk menutup-nutupi serangan, kata kantor berita tersebut.

 
x