Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 14:51 WIB

Pyotr Levashov Dituduh Pembobol Sistem Pemilu AS

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 11 April 2017 | 13:28 WIB
Pyotr Levashov Dituduh Pembobol Sistem Pemilu AS
(Foto: intoday)
facebook twitter

INILAHCOM, Moskow - Pyotr Levashov, seorang peretas Rusia ternyata terlibat dalam pembobolan jaringan komputer Penyelenggara Pemilu Presiden AS tahun lalu.

Buzzfeednews.com mengabarkan Senin (10/4/2017), hal itu diakui oleh istri Pyotr Levashov kepada sebuah jaringan televisi Rusia. "Suami saya ditangkap karena keterlibatannya dengan serangan virus yang memenangkan Donald Trump," kata istrinya kepada jaringan radio Russia Today.

Sementara itu, Departemen Kehakiman AS mengumumkan mengeluarkan dakwaan bagi dua pejabat intelijen dan dua peretas Rusia yang melakukan serangan dahsyat dan melumpuhkan Yahoo. Pemerintah AS memperkirakan sebanyak 500 juta surat elektronik dibobol. Seorang peretas Rusia merasa tak yakin pelakunya Pyotr Levashov, namun ada kemungkinan virus yang dibuatnya digunakan dalam aksi pembobolan tersebut.

Pyotr Levashov telah ditahan saat berlibur di Barcelona, Spanyol pekan lalu, atas perintah Pemerintah Washington. Selama beberapa tahun Levashov dikenal sebagai salah satu dari 10 peretas dunia oleh Spamhaus, kelompok yang menelusuri jejak para peretas dunia. Pada tahun 2012, dua wartawan Rusia mengungkapkan bahwa forum peretas Rusia yakin bahwa Pyotr Levashov, yang dikenal dengan nama Peter Severa telah direkrut Badan Keamanan Nasional Rusia, FSB.

Dalam tuntutannya di pengadilan, Microsoft menyebut Peter Severa sebagai salah seorang pelaku jaringan spam menyebarkan virus komputer. Salah satu virus yang dikenal berbahaya adalah Virus Kelihos yang digunakan meretas pemilu Rusia tahun 2012 dan menerbitkan berita bohong bagi lawan politik Presiden Vladimir Putin. Salah satu email yang dikirim berisi berita bahwa Mikhail D. Prokhorov adalah seorang gay.

Komentar

 
Embed Widget

x