Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 07:35 WIB

Penduduk Jepang Merosot Tajam Pada 2065

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 11 April 2017 | 11:51 WIB
Penduduk Jepang Merosot Tajam Pada 2065
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Tokyo - Jepang mengalami pertambahan paling lambat pada tahun 2016 lalu, atau pertumbuhan penduduk paling buruk sejak 1899.

Business Insider mengabarkan Senin (10/4/2017), bahkan Institut Kependudukan Nasional Jepang dan Riset Keamanan Sosial memperkirakan, penduduk Jepang hanya sekitar 40 juta di tahun 2065 nanti. Jauh merosot dari jumlah penduduk yang kini masih 127 juta jiwa.

Ahli demografi menyebut, kemerosotan penduduk itu karena generasi muda Jepang enggan membangun rumah tangga. Juga tingkat imigrasi yang rendah juga menjadi penyebab hal tersebut.

Mary Brinton, ahli sosiologi Jepang dari Harvard mengungkapkan, etos kerja yang tinggi menyebabkan banyak generasi muda Jepang tidak punya waktu untuk bersosialisasi. Sementara itu, kaum perempuan Jepang yang dulu bertugas mengasuh anak, kini sulit ditemukan. Mereka kini ikut bekerja menuntut karir sehingga banyak yang ogah membangun rumah tangga. "Semua itu menyebabkan kematian membangun keluarga," tutur Mary Brinton.

Data terbaru menyebutkan, sejumlah faktor lain menyebabkan populasi Jepang berada di bawah 100 juta penduduk sebelum tahun 2053. Harian Japan Times menyebutkan, pemangkasan anggaran oleh pemerintah federal, menyebabkan pula pertumbuhan penduduk tak lebih dari 100 juta pada tahun 2060-an mendatang.

Selain itu, usia lanjut juga menjadi salah satu faktor penting merosotnya populasi Jepang. Banyaknya bayi yang baru lahir beberapa tahun belakangan ini, menjadi kecenderungan baru di Jepang. Menjelang tahun 2060, penduduk Jepang hanya mencapai 88 juta jiwa, dan 40% dari mereka sudah berusia 65 tahun lebih. Padahal sebelumnya, kaum manula itu hanya 27%.

Karena itu PM Jepang Shinzo Abe menerapkan kebijaksanaan baru untuk mengurangi warga Jepang yang gila bekerja. Antara lain meminta perusahaan memangkas jam kerja. Namun upaya Abe itu dikhawatirkan banyak pihak, karena bakal mengubah etos kerja Jepang.

Tags

 
x