Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 April 2017 | 06:35 WIB

Pertahanan AS dan NATO Rentan Hadapi Rudal Rusia

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 6 April 2017 | 15:15 WIB
Pertahanan AS dan NATO Rentan Hadapi Rudal Rusia
Rudal Rusia - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Amerika Serikat ternyata dalam posisi sangat rentan, bila menghadapi ancaman peluru kendali jarak jauh yang ditembakkan dari Moskow, Rusia.

Newsweek melaporkan Rabu (5/4/2017) hal itu diungkapkan Jenderal John Hyten, kepada anggota Kongres AS. "Kita tidak punya pertahanan apapun, terutama bagi para sekutu AS di Eropa," ujar Laksamana Udara John Hyten yang menjabat sebagai komandan persenjataan rudal dan arsenal nuklir AS itu.

Lebih lanjut John Hyten menjelaskan, bulan lalu Moscow menempatkan dua batalion peluru kendali SSC-8, juga persenjataan RK-55 yang dinilai melanggar perjanjian persenjataan AS-Rusia tahun 1987. Langkah penempatan itu, menurutnya, membuat AS dan sekutunya NATO tak punya pertahanan sama sekali. "Sistem persenjataan Rusia dapat mengancam benua Eropa, dan tergantung di mana ditempatkan. Karena itu, kami sebaiknya mencari jalan bagaimana menghadapi ancaman tersebut," kata John Hyten.

Peringatan yang sama juga pernah diutarakan Jenderal Paul Selva, bulan lalu. Kepala Staf Gabungan AS ini, memperingatkan Rusia telah menempatkan SSC-8 di sebuah lokasi, yang mengancam fasilitas AS dan Eropa. Peringatan itu diucapkan Jenderal Paul Selva, setelah sejumlah pejabat AS mengkhawatirkan penempatan rudal oleh Rusia itu melanggar perjanjian Senjata Nuklir Jarak Sedang, yang diteken AS dan Uni Soviet tahun 1987.

Pemerintah Kremlin menolak penempatan SSC-8 itu melanggar perjanjian yang disepakati. Sebaliknya, Kremlin menuduh AS dan NATO mengancam keamanan nasional Rusia, dengan menempatkan ribuan tentara dan fasilitas militer di sepanjang perbatasan Rusia.

Tag

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x