Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 27 April 2017 | 06:33 WIB

ISIS Sebut Donald Trump Pemimpin Idiot

Oleh : Binar MP | Rabu, 5 April 2017 | 13:15 WIB
ISIS Sebut Donald Trump Pemimpin Idiot
Presiden Amerika Serikat Donald Trump - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Qayyara - Kelompok militan ISIS menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai orang dungu atau idiot.

"Kalian (AS) bangkrut dan tanda-tanda kematian kalian sudah terlihat oleh semua mata," kata juru bicara ISIS Abi al-Hassan al-Muhajer dalam pesan platform berbagi pesan online Telegram seperti dikutip Reuters.

"Tak ada bukti selain kalian dikuasai oleh orang idiot yang tak tahu Suriah atau Irak itu apa."

Komentar tersebut merupakan yang pertama kali dilontarkan ISIS dengan menyebut secara langsung sosok Donald Trump.

ISIS sendiri sudah tersudut di mana-mana dan di ambang kehilangan Irak dan Mosul, tempat di mana ISIS diproklamasikan oleh dedengkotnya, Abu Bakar al-Baghdadi. Namun meski ISIS tersudut, militer AS yakin ISIS akan menjadi gerakan bawah tanah dan mengadopsi teknik perang gerilya.

Dua hari terakhir ini, menantu Presiden Trump, Jared Kushner, melawat ke Irak, salah satunya Hammam al-Alil di mana penasihat militer dan sistem artileri AS ditempatkan untuk membantu operasi militer ke Mosul.

Kushner yang didampingi Jenderal Marinir Joseph Dunford, kepala staf gabungan angkatan bersenjata AS, berhenti sejenak di Pangkalan Udara Qayyara Barat yang dari sini satu malam sebelumnya artileri AS ditembakkan ke arah ISIS di Mosul.

Saat ini pasukan Irak terlibat dalam pertempuran sengit dari rumah ke rumah melawan ISIS di Mosul. Sudah sekitar 200.000 orang terpaksa meninggalkan Mosul gara-gara operasi militer merebut kota ini, dan ribuan lainnya masih terperangkap di sana.

Jenderal Dunford mengatakan Irak sedang mencari cara bagaimana melindungi warga sipil di tengah taktik ISIS memakai rakyat tak berdosa sebagai perisai hidup.

"Irak sedang mempertimbangkan adaptasi-adaptasi (strategi militer)," kata Dunford kepada wartawan sebagaiman Rueters melaporkan.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x