Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 19:06 WIB

Pemberontak Suriah Rebut Bandara Raqqa dari ISIS

Oleh : Binar MP | Senin, 27 Maret 2017 | 17:20 WIB
Pemberontak Suriah Rebut Bandara Raqqa dari ISIS
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Raqqah - Para pemberontak Suriah dukungan AS mengatakan mereka telah merebut sepenuhnya pangkalan udara kunci yang sebelumnya dikuasai oleh kelompok yang menamakan diri Negara Islam atau ISIS di dekat Raqqah.

Pengambilalihan ini dipandang sebagai langkah penting dalam perjuangan untuk mengusir para jihadis keluar dari kota Raqqah yang telah mereka nyatakan sebagai ibukota mereka.

Talal Sello, juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF), mengatakan mereka telah merebut bandara Tabqa dari kaum militan.

Pasukan yang dipimpin kaum pejuang Kurdi terus melaju menuju kota itu.

Namun, kelompok-kelompok HAM menyatakan keprihatinan atas risiko keamanan yang dihadapi warga yang masih tinggal di daerah itu.

Observatorium Suriah untuk HAM yang berbasis di Inggris mengatakan serangan udara koalisi telah menewaskan sedikitnya 89 warga sipil selama seminggu terakhir.

Sebelumnya, muncul kecemasan tentang akan terjadinya banjir besar setelah ISIS memperingatkan bahwa bendungan Tabqa di sekitar kawasan itu bisa jebol. Namun, bendungan itu ternyata utuh.

Koalisi pimpinan AS membantah tudingan ISIS bahwa mereka menyasar bendungan itu dengan serangan udara, yang akan sangat membahayakan.

"Bendungan tidak mengalami kerusakan struktural dan koalisi berusaha untuk menjaga integritas dari bendungan sebagai sumber daya penting untuk rakyat Suriah," kata juru bicara koalisi sebagaimana diwartakan BBC.

Pangkalan udara Tabqa direbut oleh militan ISIS pada tahun 2014 dari tentara Suriah. Dan para jihadis kemudian melakukan eksekusi massal terhadap tentara yang ditangkap.

Pengambil-alihan bandara oleh pemberontak merupakan bagian dari serangan yang ditujukan untuk juga mengambil alih bendungan - yang terbesar di Suriah - serta kota Tabqa, sebelum merebut Raqqah.

Pada hari Minggu (26/3/2017) muncul laporan yang simpang siur tentang kerusakan bendungan - terletak di hulu sungai Efrat sekitar 40 kilometer dari Raqqa - sehingga banyak warga sipil dilaporkan melarikan diri ke tempat yang lebih tinggi.

Meskipun saluran media ISIS memperingatkan bendungan bisa meledak, kelompok militan itu kemudian dilaporkan mengirim mobil yang dilengkapi pengeras suara ke antero Raqqah , memberitahu warga bahwa bendungan utuh dan mereka tidak perlu mengungsi.

Selain kepentingan strategisnya dalam memasok listrikm bendungan ini diyakini digunakan sebagai markas besar ISIS, dan dari sana para pemimpin ISIS merancang dan melancarakan berbagai serangan di luar Suriah.

PBB memperingatkan, kerusakan pada bendungan itu bisa mengakibatkan banjir besar.

 
x