Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 18:09 WIB

Washington Tambah Dana Bagi Irak Gempur ISIS

Oleh : Didi Prambadi | Selasa, 21 Maret 2017 | 12:38 WIB
Washington Tambah Dana Bagi Irak Gempur ISIS
(Foto: AF PHOTO)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Presiden AS Donald Trump menerima kunjungan Perdana Menteri Irak Haider al-Abadi di Gedung Putih, Senin (20/3/2017).

Kantor berita Associated Press mengabarkan, dalam pertemuan itu, Trump dan PM Al-Abadi membicarakan rencana pembangunan kembali kota-kota yang hancur akibat peperangan panjang. Bila disetujui parlemen, Pemerintahan Trump akan memberi tambahan dana sebesar US$3 miliar untuk membantu peralatan militer bagi Irak melawan kelompok ISIS. Tambahan dana itu termasuk pula US$2 miliar yang diberikan Pentagon kepada sejumlah sumber di Irak yang dinilai memberikan dukungan dan strategi melawan ISIS.

Dalam kesempatan itu, delegasi Irak dan AS akan membicarakan masalah Iran. Dalam kesempatan itu Presiden Trump mengecam perjanjian nuklir yang disepakati Presiden Obama, sebelum jabatannya berakhir. "Satu hal yang saya ingin tanyakan: Kenapa Presiden Obama menanda tangani kesepakatan dengan Iran? Karena tidak seorang pun yang bisa menjelaskan hal itu," kata Trump. "Mungkin suatu hari nanti, kita sama-sama bisa mengungkapkan kenapa," sambungnya.

Sementara itu, PM Irak al-Abadi merasa lega dengan keberhasilan tentaranya memukul mundur gerilyawan ISIS dari Kota Mosul, basis utama kelompok ISIS di Irak. "Kita sudah sampai di babak terakhir, babak final menghapuskan ISIS dari Irak," kata Haider al-Abadi beberapa saat sebelum meninggalkan Baghdad menuju Washington DC. Sejauh ini, Pentagon telah menerjunkan 5200 pasukan ke Irak. Jumlah itu belum termasuk ribuan tentara yang ditempatkan untuk sementara waktu di Irak.

Lebih dari 700 pasukan militer juga diterjunkan di kawasan Suriah untuk merebut Kota Raqqa, basis ISIS di Suriah. AS yang selama ini tidak bersedia mengirimkan tentaranya, kini secara terang-terangan melibatkan diri dalam peperangan Suriah yang melibatkan banyak pihak. Antara lain, Rusia yang mendukung pemerintahan Presiden Bashar al-Assad, dan kelompok gerilyawan yang terdiri dari sejumlah kelompok yang berbeda kepentingan.

 
x