Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 18:05 WIB

Kanselir Angela Merkel Bertemu Presiden Trump

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 17 Maret 2017 | 13:56 WIB
Kanselir Angela Merkel Bertemu Presiden Trump
(Foto: dailyexpress)
facebook twitter

INILAHCOM, Washington DC - Kanselir Jerman Angela Merkel dijadualkan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump di Washington DC, Jumat (17/3/2017).

NBC News mengabarkan, pertemuan kedua pemimpin negara itu digelar setelah tertunda badai salju yang menghantam Amerika Serikat bagian Timur dan Tengah awal pekan ini. "Selain itu, kedatangan Kanselir Angela Merkel ke AS, untuk menunjukkan betapa pentingnya kunjungan Merkel bagi Gedung Putih," tutur Ulf Roeller, koresponden Radio ZDF di Washington DC.

Kedua pemimpin dunia itu saling mengkritik kebijaksanaan masing-masing. Kanselir Angela Merkel misalnya, mengecam kebijaksanaan Trump yang melarang masuknya warga dari tujuh negara Muslim, yang disebut Trump sebagai musuh rakyat Amerika. "Saya tetap bersikap mendukung kebebasan dan menghormati wartawan yang independen," ujar Merkel dalam pidatonya dalam Konperensi Keamanan Munich, yang dihadiri Wapres AS Mike Pence.

Sebaliknya, Presiden Trump mengecam Kanselir Merkel yang disebutnya sebagai ''Pemimpin yang meruntuhkan Jerman''. Presiden Trump mengancam akan memberlakukan penalti terhadap mobil-mobil yang diimpor dari Jerman. Sementara itu, penasehat ekonomi Trump menuduh Jerman, menangguk keuntungan perdagangan karena mata uang Euro yang melemah.

Dalam pertemuan Jumat besok, Merkel dan Trump akan membicarakan berbagai topik. Di antaranya hubungan dan keamanan internasional, termasuk NATO. Juga tentang sikap Rusia tentang Ukraina, satu masalah serius yang menyebabkan kedua pemimpin negara besar tersebut saling berbeda pendapat. Situasi di Timur Tengah; Membasmi ISIS, masalah Afghanistan, Korea Utara, dan perdagangan dan keamanan bersama Uni Eropa dan lainnya.

"Kunjungan yang dilakukan Kanselir Angela Merkel merupakan langkah yang baik, walaupun misalnya, tidak menghasilkan sesuatu yang berarti," tutur Jan van Aken, Juru Bicara Partai Die Linke, partai sayap kiri jauh Jerman kepada harian Bild. "Merkel harus menegaskan pada Trump bahwa dunia yang dibatasi dinding adalah dunia yang sudah kuno," kata Jan van Aken.

 
x