Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 23 Oktober 2017 | 18:25 WIB

Jasad Sandera Abu Sayyaf Asal Jerman Ditemukan

Oleh : Binar MP | Senin, 6 Maret 2017 | 14:30 WIB
Jasad Sandera Abu Sayyaf Asal Jerman Ditemukan
Kantong mayat berisi jasad Jurgen Kantner - (Foto: AFP)
facebook twitter

INILAHCOM, Manila - Jenazah sandera asal Jerman yang beberapa waktu lalu dikabarkan dipenggal oleh militan Abu Sayyaf di Filipina Selatan telah ditemukan.

Jasad Jurgen Kantner dibawa dari pulau Sulu dan akan dikirim kembali ke Jerman, kata para pejabat.

Kantner diculik dari kapal pesiarnya pada November lalu. Kelompok Abu Sayyaf mengaku sebagai pelakunya.

Isterinya, Sabine Merz, ditemukan tewas tertembak di atas kapal mereka yang terombang-ambing di lautan, bulan itu juga.

Februari lalu, sebuah video yang diposting di internet menunjukkan pemenggalan Kantner oleh seorang pria yang membawa pisau.

Kementerian luar negeri Jerman mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pihaknya 'sangat terguncang oleh tindakan tidak manusiawi dan mengerikan itu.'

Abu Sayyaf adalah salah satu kelompok terkecil dan paling keras jihad di Filipina selatan. Mereka dikenal oleh tindakana-tindakan brutal mereka, termasuk pemenggalan.

Mereka telah berikrar setia kepada apa yang disebut Negara Islam atau ISIS.

Ini merupakan kedua kalinya pasangan Kantner dan Merz jadi korban penculikan militan. Sebelumnya pada 2008, mereka diculik dan ditahan selama 52 hari oleh perompak Somalia dan bebas setelah uang tebusan dibayar.

Kali ini, Abu Sayyaf dilaporkan menuntut tebusan sebesar US$600 ribu atau sekitar Rp8 miliar untuk pembebasan Kantner namun batas waktu pembayaran sudah habis pada Minggu (26/2/2017).

Seorang penasehat Presiden Filipina, Jesus Dureza, mengatakan pihak berwenang sudah melakukan semua upaya untuk membebaskan Kantner yang disandera di Pulau Jolo namun tidak berhasil.

Dalam beberapa bulan terakhir ini Abu Sayyaf melancarkan serangkaian serangan di lautan antara Filipina dan Malaysia. Mereka mencegat kapal-kapal tunda dan kapal-kapal nelayan dan menculik para awaknya, untuk meminta tebusan, demikian lansir BBC.

Komentar

 
x