Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 Maret 2017 | 17:26 WIB
Hide Ads

Warga Tolak Kapal Bantuan Malaysia untuk Rohingya

Oleh : Binar MP | Jumat, 10 Februari 2017 | 15:25 WIB
Warga Tolak Kapal Bantuan Malaysia untuk Rohingya
(Foto: TMX)
facebook twitter

INILAHCOM, Yangon - Sejumlah pengunjuk rasa yang terdiri atas umat Buddha mengeglar aksi unjuk rasa ketika sebuah kapal Malaysia tiba di pelabuhan untuk umat Muslim Rohingya.

Kapal Malysia itu tiba di pelabuhan Yangon, Myanmar, pada hari Kamis (9/2/2017).

Para pengunjuk rasa yang berada di Pelabuhan Yangon itu menentang keberadaan umat Rohingya di negara mereka dengan membawa spanduk 'Tidak ada Rohingya di sini'.

Sementara itu, pemerintah Myanmar tidak mengakui Rohingya ---yang sebagian besar tinggal di negara bagian Rakhine-- sebagai warga negara namun sebagai pendatang gelap dari Bangladesh meski mereka sudah tinggal di Rakhine sejak dulu.

Komunitas Rohingya kerap mendapat perlakuan buruk dari aparat militer, dengan operasi militer terbaru yang digelar Oktober tahun lalu.

Kapal yang tiba dari Malaysia membawa 2.300 ton makanan dan obat-obatan untuk membantu umat Islam Rohingya, yang merupakan minoritas di Myanmar.

"Kami harus menghargai kedaulatan Myanmar. Kami menyampaikan bantuan ini dengan keyakinan baik," kata Razali Ramli, dari 1Putera Club Malaysia, yang mengelola pengiriman bantuan ini bersama sejumlah lembaga non-pemerintah.

Razali menjelaskan kepada kantor berita Asssociated Press bahwa mereka percaya pemerintah Myanmar akan menyalurkan bantuan kepada umat Rohingya, yang dilaporkan menderita diskriminasi.

Ketika Malaysia mengungkapkan rencana untuk pengiriman bantuan ini, pihak berwenang Myanmar sempat menyatakan akan menolaknya namun kemudian berubah pikiran dengan menerimnya di Yangon dan bukan di Sittwe, ibu kota Rakhine, demikian lansir BBC.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x