Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 04:41 WIB

Ribuan Warga Yaman New York Protes Presiden Trump

Oleh : Didi Prambadi | Jumat, 3 Februari 2017 | 11:28 WIB
Ribuan Warga Yaman New York Protes Presiden Trump
(Foto: theguardian)
facebook twitter

INILAHCOM, New York - Lebih dari seribu toko kelontong, makanan, kerajinan dan warung milik warga Yaman di New York, ditutup pemiliknya sebagai protes menentang perintah eksekusi Presiden Donald Trump.

The Guardian melaporkan, aksi penutupan yang dimulai Kamis (2/1/2017) tersebut, akan berlangsung beberapa hari. Bersamaan dengan aksi tutup toko itu, ratusan warga Yaman di New York menggelar sholat dan aksi protes di depan Borough Hall di Brooklyn, pukul 17.00 waktu setempat. Aksi tersebut menjalar hingga di luar kota New York, berkat penyebaran yang dilakukan lewat media sosial dengan pagar #Bodegastrike.

"Kami berharap akan menghimpun lebih banyak massa, karena warga Yaman memiliki komunitas besar di New York," tutur Abdul Kareem pemilik toko roti Cobble Hill di Brooklyn, New York. Sementara itu panitia protes mengeluarkan pernyataan bahwa aksi penutupan toko, warung dan toko pakaian lainnya, untuk menunjukkan bahwa warga Yaman memegang peranan penting bagi perekonomian dan sosial di New York. "Para pemilik warung dan toko akan berkumpul bersama keluarga untuk beberapa hari, sambil menelepon sanak saudaranya di Yaman," bunyi pernyataan itu.

Abdul Kareem misalnya, harus menelan pil pahit. Imigran Yaman yang menjadi pengungsi di AS bersama ratusan warga lainnya, tak dapat berkumpul dengan istri dan keempat anaknya. "Mereka seharusnya mendapatkan visa pekan lalu, tapi kini visa mereka ditolak," tutur Abdul Kareem seraya menjelaskan bahwa istri dan anak-anaknya terdampar di Djibouti, Afrika. "Kami harus menunggu 90 hari. Belum jelas bagaimana hari-hari mendatang," tambah Kareem.

Yaman diterpa revolusi pada 2011, bersamaan dengan peristiwa revolusi Musim Semi di Timur Tengah. Yaman mengalami perang saudara, dan selama beberapa tahun sejumlah pengungsi melarikan diri menyeberang dari Teluk Aden ke Djibouti, Afrika. Selama tiga tahun Kareem mengurus suaka politik di Kedubes AS Djibouti, namun tetap saja gagal. "Setiap tahun saya pulang, tapi setelah perang saudara, saya tak bisa lagi," kata Abdul Kareem.

Komentar

 
x