Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 18:13 WIB

Veteran Perang Irak, Pelaku Penembakan di Florida

Oleh : - | Minggu, 8 Januari 2017 | 09:13 WIB
Veteran Perang Irak, Pelaku Penembakan di Florida
(thenewscommenter.com)
facebook twitter

INILAHCOM, Fort Lauderdale - Tersangka pelaku penembakan di Bandar Udara Internasional Fort Lauderdale-Hollywood di Florida, AS, yang menewaskan lima orang dan melukai delapan orang, telah ditahan oleh kepolisian setempat.

Tersangka yang diyakini sebagai pria 26 tahun bernama Esteban Santiago, merupakan seorang veteran perang Irak.

Motif di balik penembakan sedang diselidiki, tetapi para pejabat mengatakan dia kemungkinan bertindak sendirian.

Baca juga: Penembakan di Bandara Florida, 5 Orang Tewas

Santiago akan menghadapi dakwaan federal akibat tindakan penembakan massal, kata George Piro, agen khusus FBI yang berwenang di wilayah Florida.

Piro tidak menutup kemungkinan adanya kemungkinan motif terorisme dalam kasus Santiago dan tengah menyelidiki catatan perjalanan terbaru sang pelaku.

Dengan mengenakan t-shirt bertema Star Wars, Santiago dilaporkan tiba di Bandara Fort Lauderdale-Hollywood sesaat sebelum pukul 13.00 waktu setempat dari Alaska. Saat itu dia langsung mengeluarkan pistol semi-otomatis berkaliber 9mm sebelum menembak dengan membabi buta.

Sejumlah saksi mengatakan bahwa Santiago baru berhenti setelah kehabisan amunisi.

"Ini adalah tindakan jahat yang tidak berperikemanusiaan," kata Gubernur Florida, Rick Scott, kepada sejumlah wartawan.

Selain korban tewas lima orang, delapan orang menderita luka tembak sementara tiga puluhan lainnya juga harus dilarikan ke rumah sakit karena cedera akibat berbeda.

Piro mengatakan bahwa pada bulan November tahun lalu, Santiago sempat datang ke kantor FBI dengan perilaku yang tidak wajar. Saat itu dia dibawa ke kantor polisi, yang kemudian menyerahkannya ke sebuah fasilitas medis untuk evaluasi kesehatan mental.

Seorang sumber kepada Reuters mengatakan bahwa Santiago saat itu mengatakan bahwa pikirannya dikendalikan oleh badan intelejen ASt untuk menonton video-video jihad milik kelompok militan ISIS.

Kementerian Pertahanan AS menyebut Santiago adalah mantan anggita pasukan Garda Nasional Alaska dan Garda Nasional Puerto Rico yang bertugas di Irak sejak April 2010 hingga Februari 2011.

Dia kemudian diberhentikan dari militer pada Agustus 2016 dengan alasan kinerja yang tidak memuaskan.

Seorang kerabat pelaku, kepada stasiun televisi MSNBC, mengatakan bahwa setelah kembali dari Irak, Santiago terlihat berubah menjadi orang yang berbeda. Sementara seseorang yang mengaku sebagai kakak tersangka mengatakan jika adiknya pernah mengikuti perawatan psikologis baru-baru ini.

Aturan penerbangan di AS memang memperbolehkan seseorang untuk membawa senjata api legal ke dalam perjalanan udara, sepanjang senjata tersebut dikunci dalam bagasi. Amunisi juga boleh dibawa.

Penembakan yang dilakukan oleh Santiago merupakan insiden terbaru dari sejumlah aksi lain yang terjadi di AS sepanjang beberapa tahun terakhir. Beberapa di antara pelaku mengaku terdorong oleh pandangan ektrim soal agama, sementara lainnya merupakan penderita gangguan jiwa.

 
x