Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 17:58 WIB

RUU Myanmar Penjarakan Lelaki Tak Nikahi Pacarnya

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 29 Desember 2016 | 11:02 WIB
RUU Myanmar Penjarakan Lelaki Tak Nikahi Pacarnya
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Yangon - Parlemen Myanmar berharap dapat menggolkan RUU baru yang memungkinkan seorang lelaki dipenjara, karena tidak bersedia menikahi perempuan yang dihamili.

International Business Times mengabarkan Rabu (29/12/2016), bila disahkan, maka RUU itu merupakan UU pertama di Asia Tenggara yang melindungi 57 juta perempuan. Bahkan, menurut Naw Tha Wah, Direktur Departemen Sosial Myanmar, UU itu akan membuat geng pemerkosa ciut nyalinya. "Kami tengah menyusun RUU yang melindungi kaum perempuan dari kejahatan," kata Naw Tha Wah. "Kaum hawa bisa melapor bila ada yang melecehkan atau ditinggalkan pacarnya setelah hidup bersama," sambungnya.

Bila RUU itu disahkan, maka para lelaki yang tidak bersedia menikahi pacarnya - setelah hidup bersama - akan diganjar hukuman lima tahun penjara. Sedangkan mereka yang menghamili pacarnya dan tak mau menikah, diancam hukuman 7 tahun penjara.

Myanmar dikenal sebagai negara berpandangan konservatif, di mana kaum perempuan dianggap sebagai warga kelas dua. Bahkan bahasa Burma tidak mengenal kata jenis kelamin untuk perempuan. Kaum hawa diharuskan mencuci pakaiannya secara terpisah dari pakaian lelaki, karena separuh tubuh perempuan dianggap tabu karena tidak selalu bersih.

Pada 2015, Parlemen Myanmar mengesahkan UU yang melarang perempuan Burma menikah dengan lelaki non-Budha, kecuali diizinkan Pemerintah Myanmar.

"Ini membuat kami frustrasi. Di satu pihak Myanmar ingin menjadi negara demokratis, tapi RUU baru itu malah menghambat hak-hak kaum perempuan melawan norma-norma dan standard internasional," tutur Wai Wai Nu, aktivis pembela minoritas Muslim Rohingya.

Tags

 
x