Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 Maret 2017 | 17:24 WIB
Hide Ads

PM Najib: Suu Kyi Harus Hentikan Genosida Rohingya

Oleh : Bachtiar Abdullah | Senin, 5 Desember 2016 | 11:35 WIB
PM Najib: Suu Kyi Harus Hentikan Genosida Rohingya
PM Najib dan demo bela Rohingya - riset
facebook twitter

INILAHCOM, Kuala Lumpur Perdana Menteri Malaysia Najib Razak, Minggu (4/12/2016) mendesak Aung San Suu Kyi menghentikan tindakan genosida terhadap Muslim Rohingya di Myanmar.

Di hadapan sekitar 5.000 pengunjuk rasa di Kuala Lumpur, Najib mengatakan, pemerintah Myanmar atau Burma harus menghentikan pembunuhan massal di provinsi Rakhine, Myanmar barat, yang menyebabkan hengkangya ribuan Muslim Rohingnya ke luar negeri.

"Apa gunanya Aung San Suu Kyi menerima hadiah Nobel?" tanya Najib. "Kita harus membela Muslim Rohingya. Kami ingin Organisasi Kerjasama negara-negara Islam OKI segera bertindak."

"Tolong OKI dan PBB lakukan sesuatu. Dunia jangan duduk menonton genosida yang terjadi di Myamnar." Sambung Najib.

Lebih dari 10.000 Muslim Rohingya kabur ke Bangladesh dalam beberapa pekan terakhir, memurut PBB, Rabu pekan lalu. Para pengungsi itu menceritakan kepada kantor eberita Ptancis AFP terjadinya pemerkosaan, penyiksaan ddan pembunuhan yang dilakukan tentara Myanmar.

Myanmar membantah seluruh tuduhan tersebut seraya melarang wartawan dan peniliti asing memasuki Myanmar.

Bulan lalu, pemerintah Malaysia memanggin Duta Besar Myanmar di Kuala Lumpur, sementara sekitar 500 warga Malaysia dan orang Rohingya berpawai menuju kantor Kedutaan Besar Myanmar sembari mengunjuk spanduk mengecam genosida.

Salah seorang menteri senior Malaysia menyerukan agar Asean meninjau keanggotaan Myanmar.

James Chin, direktur Asia Institute di University of Tasmania menduga rapat umum yang dimotori Najib itu hanya demi meningkatkan posisiNajib dalam rangka pemilihan umum Malaysia mendatang.

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x