Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 14 Desember 2018 | 08:58 WIB

Raja Narkoba El Chapo Guzman akan Dikirim ke AS

Oleh : Didi Prambadi | Kamis, 21 Juli 2016 | 13:53 WIB

Berita Terkait

Raja Narkoba El Chapo Guzman akan Dikirim ke AS
(Foto: businessinsider)

INILAHCOM, Mexico City - Raja narkoba Meksiko Joaquin 'El Chapo' Guzman akan dikirim ke AS dari tempat tahanannya di dekat Ciudad Juarez, Meksiko Utara, beberapa bulan lagi.

Business Insider mengabarkan Rabu (20/7/2016), hal itu dimungkinkan setelah Pemerintah Meksiko menyetujui permohonan ekstradisi yang diajukan Pengadilan South Carolina dan West Texas. "Departeman kehakiman AS akan mengirim informasi ke Departemen Luar Negeri yang akan mengirim dokumen ekstradisi ke Pemerintah Meksiko," tutur Profesor David Shirk, dari Ujniversity of San Diego.

Pemerintah AS dikabarkan akan mengirim Guzman ke pengadilan di Brooklyn, New York, salah satu pengadilan yang mengadili kasusnya. Selama diadili di pengadilan itu, El Chapo Guzman, akan ditempatkan di Pusat Tahanan Metropolitan, Brooklyn, New York, yang dikenal sebagai tahanan bagi "Para penjahat berbahaya, penuh kekerasan dan rawan melarikan diri," tulis CNN.

"Bisa dipastikan ia tidak akan menggali di bawah terowongan di Brooklyn. Begitu pintu besi ditutup, habislah riwayatmu," ujar Esteban Gonzalez, bekas tahanan.

Menurut Robert Hood, salah seorang petugas federal, El Chapo akan ditahan selama 23 jam per hari dengan satu jam dibiarkan menghirup udara segar di atap penjara yang dikelilingi pagar tinggi. "Dia bakal kesepian," tutur Arnet Gaston, bekas komandan di tahanan Rikers Island, yang kini menjadi konsultan penjara. "Tidak ada teman untuk bicara," sambung Arnet. Sebelumnya, selama ditahan 1993-2001, Guzman bisa menikmati makan mewah dan dikunjungi famili atau anak buahnya yang memasok pil Viagra.

Menurut poll pendapat Parametria, hanya 35% dari responden di Meksiko setuju El Chapo diekstradisi ke AS. Jumlah itu merosot dari 50% responden pada Maret 2014, sebulan setelah Guman ditangkap kembali. Angka yang tak setuju juga turun menjadi 27% responden dibanding Januari 2016 yang mencapai 38% suara.

Komentar

Embed Widget
x